Fakta Persidangan Perkara Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

Ringkasan berbasis dakwaan resmi, audit negara, dan kesaksian di bawah sumpah — dengan angka, kronologi, dan konteks bisnis yang diuji di pengadilan.

Rp 192 triliunTuduhan publik awal / tahun
± Rp 72 triliunKerugian negara versi audit BPK
0Tuduhan sensasional di persidangan
3Kontrak sewa spesifik
20+Saksi kunci
Saya bukan pejabat publik dan tidak pernah mengambil uang negara. Namun saya dicitrakan sebagai penjahat besar, seakan saya adalah sumber masalah negeri ini. Dimana keadilan?

Case Snapshot — What Is Actually on Trial

Februari 2025

Perkara diumumkan

Oktober 2025

Persidangan dimulai

Desember 2025

Posisi Fakta

Terdakwa (pihak swasta): terkait penyewaan aset, bukan pengelolaan minyak

Tidak ada dakwaan terkait:

Oplosan Ilegal

Manipulasi Harga Minyak

Pengaturan Broker Minyak

Public Allegations vs Court Indictment

Tuduhan Publik (Feb 2025)

  • Korupsi sistemik
  • Manipulasi harga & broker
  • Oplosan produk kilang
  • Mark-up shipping
  • Rp 192 triliun / tahun

Dakwaan Resmi (Okt 2025)

Tidak memuat tuduhan publik
  • Sewa Terminal BBM (OTM)
  • Sewa Kapal Tanker Time Charter (JMN)
  • Sewa Spot VLCC Olympic Luna
  • Kerugian dihitung setelah audit BPK

Dakwaan #1 — Sewa Terminal BBM OTM

Kebutuhan Bisnis

  • Defisit kapasitas storage BBM sejak 2012
  • Throughput naik 58 → 73 juta KL (2012–2016)
  • RJPP mengamanatkan strategic partnership

Model Bisnis

  • Investasi 100% mitra swasta
  • Pertamina: 0 capex
  • Sewa murni 10 tahun
  • Thruput fee per KL
  • Dikaji konsultan independen (Pranata UI)

Angka Thruput Fee

  • USD 6.30 – 6.77 / KL
  • Disepakati USD 6.5 / KL
  • Renegosiasi hingga USD 5.4 / KL

Klaim Kerugian Negara Rp 2,9T

  • Total pendapatan sewa 10 tahun
  • Bukan actual loss
  • Fasilitas dipakai sejak 2014
  • Kontrak diperpanjang 2024
  • Masih digunakan hingga hari ini

Dakwaan #2 — Pengadaan Kapal (Time Charter JMN)

Proses Bisnis

  • Pengadaan Jenggala Nassim
  • Jenggala Bango
  • Jenggala 21
  • Skema time charter jangka panjang

Klaim Dakwaan

  • Rekayasa tender
  • Klausul kebutuhan domestik
  • Relaksasi SIUP Migas
  • Pertemuan dengan Bank Mandiri

Fakta Persidangan

  • Implementasi Asas Cabotage (UU 17/2008)
  • Dibahas di FGD resmi PIS–KPI
  • Relaksasi izin berlaku untuk seluruh mitra
  • Tidak ada saksi menyatakan intervensi

Efisiensi Biaya

  • Spot market: ~USD 64.000 / hari
  • Time charter: ~USD 37.000 / hari
  • Efisiensi KPI: USD 5,56 juta

Bank Mandiri — Due Diligence Facts

Dakwaan #3 — Sewa Spot VLCC Olympic Luna

Latar Belakang

  • Awalnya: rencana Suezmax
  • Penawaran terakhir: USD 10,5 juta
  • KPI minta alternatif efisiensi (email 7 Des 2022)

Solusi Bisnis

  • Skema co-loading VLCC
  • Harga final (antara KPI dengan PIS grup): USD 6,16 juta
  • Harga final sewa kapal VLCC: USD 5 juta
  • Owner Estimate sewa kapal: OE Low USD 3,7 juta dan OE High USD 6,7 juta (dimana harga final USD 5 juta masih berada di dalam rentang OE)
  • Penghematan: USD 4,34 juta

Tuduhan Fee & Margin

  • Tuduhan margin 12–15% & fee pribadi

Fakta

  • Seluruh saksi menyatakan tidak ada
  • Margin final PIS Group masuk ke perusahaan
  • Tidak ada aliran dana pribadi

Witness Consensus

Isu Kesaksian Konsistensi
Proses bisnis Sesuai SOP ✔ Konsisten
Tekanan Tidak ada ✔ Konsisten
Pengaturan Tidak ditemukan ✔ Konsisten
Manfaat Efisiensi & operasional ✔ Konsisten

Legal Principle — Business Judgement Rule

State Recognition

Fakta ini bertentangan langsung dengan narasi bahwa fasilitas tersebut merugikan negara

Kronologi Perkara

2012-2014

Kebutuhan storage & keputusan JV

2014

Kontrak Terminal BBM OTM

2022-2023

Pengadaan kapal

Feb 2025

Tuduhan publik

Jun 2025

Audit BPK

Okt 2025 - Sekarang

Persidangan

Document Center

Dakwaan resmi
Ringkasan fakta persidangan
Audit & kajian independen
Timeline update